Kamis, 28 November 2013

perubahan iklim (hati-hati batuk pilek)



PERUBAHAN IKLIM,
Hati-hati pilek dan batuk
               
                Pemanasan global (global warming) tak hanya memberikan pengaruh bagi lingkungan dan kenaikan suhu global.meningkatnya kadar CO2 di udara menyebabkan sinar matahari terperangkap di bumi.ini membuat bumi semakin panas.
                Selain lingkungan,pemanasan global juga berdamak bagi kesehatan,pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.cuaca yag berubah-ubah,dari panas menjadi hujan atau sebaliknya membuat kondisi tubuh kita menjadi menurun.
                Dengan kondisi seperti itu,penyakit akan mudah datang.biasanya yang paling rentan adalah penyakit pilek dan tidak jarang di sertai batuk.saat ini,pilek dan batuk bukan lagi menjadi penyakit musiman.
Jika kondisi tubuh tidak fit,virus dan bakteri akan gampang menyerang tubuh.penyakit inipun tidak memandang bulu,dari anak-anak sampai orang dewasa.bila ada anggota keluarga yang terserang gejala pilek dan batuk,sebaiknya kenali dulu gejalanya agar dapat memberikan obat.Selain itu asupan gizi juga perlu di pehatikan dan juga menghindari jenis makanan yang bisa memicu sakit seperti makanan berminyak,mengandung lemak atau minuman dingin.
Ada brbagai macam gejala pilek dan batuk .Diantaranya :
·         Pilek dan batuk berdahak
·         Pilk dan batuk kering/tidak berdahak
·         Pilek dan alergi penarpasan
Salah satu agar penyembuhan ebih efektif,sebaiknya anda mengenali terlebih ahulu jenis gejala pilek dan batuknya.Karena tidak semua gejala pilek memiliki solusi yang sam.

Tips mengatasi pilek dan batuk :
1.Biasakan banyak minum air putih
2.istirahat yang cukup
3.konsmsi vitamin C
4.Rajin berolahraga
5.sediakan selalu obat pilek dan batuk yang sesuai dengan jenis pilek dan batuk di rumah.
6.jika sakit berlanjut,segera konsultasikan dengan dokter.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pupuk Bokashi II



Bahan- bahan baku organic yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk organic bokashi kotaku :
1.      Effektive Microorganisms (EM) aktif
Effektive Microorganisms (EM) dikulturkan dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan, berbau asam. Di dalam medium cair, EM berada dalam kondisi istirahat (dorman). Sewaktu diinokulasikan dengan cara menyemprotkannya ke dalam tanah atau pada tubuh tanaman, EM secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang) yang terdapat di dalam tanah. Hasil fermentasi bahan organik tersebut adalah berupa senyawa organik yang mudah diserap langsung oleh perakaran tanaman misalnya gula, alkohol, asam amino, protein, karbohidrat, vitamin dan senyawa organik lainnya. Pemberian bahan organik ke dalam tanah tanpa inokulasi EM terkadang akan membusukkan bahan organik tersebut dan menghasilkan unsur anorganik, yang diserap oleh perakaran tanaman dan menghasilkan panas dan gas beracun lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan akar tanaman.
Selain memfermentasikan bahan organik di dalam tanah, EM juga merangsang perkembangan mikroorganisme lainnya yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri pengikat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza. EM juga melindungi tanaman dari serangan penyakit karena sifat antagonisnya terhadap patogen yang dapat menekan jumlah patogen di dalam tanah atau pada tubuh tanaman. Dengan cara demikian, EM dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal. Aplikasi EM dapat berhasil guna apabila dibarengi dengan pemberian bahan organik yang telah difermentasi dengan EM atau lebih dikenal sebagai Bokashi, karena unsur yang dikandung Bokashi selain dapat dimanfaatkan oleh tanaman juga dapat dimanfaatkan mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Untuk mengaktifkan Effektive Microorganisms perlu diberikan molasses sebagai bahan makanan pada mikroorganisme atau bakteri yang terkandung dalam Effektive Microorganisms (EM) murni. Pengaktifan EM4 dapat dilakukan dengan perbandingan 1 liter EM murni + 1 liter molasses + 18 liter air sumur (1:1 +18 = 20 L EM aktif). Keunggulan lain dari penggunaan EM adalah dapat di perbanyak lagi dengan syarat harus ditambahkan molasses. Untuk 1 liter EM maka akan dihasilkan pupuk bokashi sebesar 1 ton.
2.      Molases/ tetes tebu
Molases merupakan hasil samping pada industri pengolahan gula dengan wujud bentuk cair. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Pond dkk. (1995), yang menyatakan bahwa molasses adalah limbah utama industri pemurnian gula. Molases merupakan sumber energi yang esensial dengan kandungan gula didalamnya. Kadar air dalam cairan molasses yaitu 15 – 25 % dan cairan tersebut berwarna hitam serta berupa sirup manis.
Dalam industri fermentasi Molases banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi berbagai bakteri yang ada. Industri pupuk bokashi kotaku memanfaatkan Molases yang berasal dari tetes tebu sebagai bahan makanan yang baik bagi perkembangan bakteri yang terdapat pada EM (Effektive Microorganisms) murni pada proses atau tahapan pengaktifan EM (Effektive Microorganisms) murni tersebut. Untuk mengaktifkan EM (Effektive Microorganisms) murni perlu ditambahkan Molases sebagai bahan makanan bagi bakteri yang terkandung dalam EM (Effektive Microorganisms) murni.
3.      Bahan baku kotoran sapi
Kotoran sapi merupakan pupuk dingin dimana perubahan-perubahan dalam menyediakan unsur hara tersedia bagi tanaman berlangsung perlahan-lahan. Pada perubahan ini kurang sekali terbentuk panas, tapi keuntungannya unsur-unsur hara tidak cepat hilang. Diantara jenis pupuk kandang, pupuk kandang sapilah yang memiliki kadar serat yang tinggi seperti selulosa.

4.      Bahan baku kotoran babi
Pemanfaatan pupuk kotoran babi di Indonesia hanya terdapat di beberapa lokasi yang berdekatan dengan lokasi peternakan babi. Pupuk kotoran babi mempunyai tekstur yang lembek dan akan bertambah cair bila bercampur dengan urine. Pabrik bokashi kotaku memanfaatkan pupuk kotoran babi sebagai salah satu bahan baku yang digunakan untuk pembuatan pupuk bokashi. Pemanfaatannya dikarenakan bahan bakunya mudah didapatkan karena lokasi pabrik pupuk bokashi kotaku dengan lokasi peternakan babi cukup dekat. Selain itu, pupuk kotoran babi cukup mengandung unsure hara P. Rata- rata kandungan hara pada feses babi adalah sebagai berikut untuk kandungan N sebesar 0.5%, kandungan P2O5 sebesar 0.4%, kandungan CaO sebesar 0.07% dan kandungan K2O5 sebesar 0.4%.
5.      Bahan baku pupuk kandang Ayam
Pemanfaatan pupuk kotoran ayam termasuk luas. Pupuk kandang ayam broiler mempunyai kadar hara P yang relatif lebih tinggi dari pupuk kandang lainnya. Kadar hara ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsentrat yang diberikan. Selain itu pula dalam kotoran ayam tersebut tercampur sisa-sisa makanan ayam serta sekam sebagai alas kandang yang dapat menyumbangkan tambahan hara ke dalam pupuk kandang. Beberapa hasil penelitian aplikasi pupuk kandang ayam selalu memberikan respon tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini terjadi karena pupuk kandang ayam relatif lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula jika dibandingkan dengan jumlah unit yang sama dengan pupuk kandang lainnya.
Pupuk kandang ayam merupakan pupuk organik yang mengandung unsur N 1-3,13%, P2O5 2,8-6%, dan K2O 0,4-2,9% (Widowati, 2002). Pupuk kandang ayam mempunyai beberapa sifat yang lebih baik dari pupuk alami lainnya maupun pupuk buatan: (1) lebih lambat bereaksi, karena sebagian besar zat makanan harus mengalami berbagai perubahan terlebih dahulu sebelum diserap tanaman, (2) mempunyai efek residu, yaitu haranya dapat secara berangsur menjadi bebas dan tersedia bagi tanaman umumnya efek tersebut masih menguntungkan setelah 3 atau 4 tahun setelah perlakuan.
6.      Bahan baku serbuk kayu/gergaji
Serbuk kayu dimanfaatkan agar dapat mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan baku pupuk bokashi. Namun bila kadar air yang terdapat pada campuran bahan baku rendah maka serbuk kayu tidak dimanfaatkan.

Selain bahan- bahan baku organic diatas, karena skala produksinya dilakukan dalam skala yang besar maka dalam proses pembuatan pupuk bokashi kotaku membutuhkan ruang/ tempat yang cukup luas serta peralatan yang sangat memadai. Adapun ruang/ tempat/ media yang dibutuhkan dalam produksi pupuk bokashi kotaku antara lain :
1.      Ruang Fermentasi Bahan Baku
Ruang fermentasi bahan baku berupa gedung yang didirikan dengan tujuan untuk menampung dan mencampur seluruh bahan baku yang didatangkan dari peternakan untuk difermentasikan dengan EM yang telah diaktifkan. Proses fermentasi dilakukan maksimal selama 1 minggu atau 7 hari. Fermentasi dilakukan agar bahan baku yang telah dicampurkan secara homogen agar dapat diuraikan oleh bakteri yang terkandung dalam EM aktif yang telah disemprotkan secara merata ke seluruh bahan baku yang telah dicampurkan secara homogen.
Proses fermentasi bahan baku selama 7 hari perlu dilakukan pembalikan serta pengadukan pupuk kandang yang telah dihomogenkan yaitu dalam 1 minggu dilakukan 2 kali pembalikan yaitu pada hari ketiga dan keenam. Proses pembalikan bahan baku menggunakan mini tiller. Tujuan lain dengan menggunakan ruang fermentasi agar terhindar dari cuaca yang merugikan sehingga tidak mengganggu proses fermentasi.
2.      Ruang Crasser (Mesin Giling Tanah) dan Screen (Mesin Pengayak)
Proses penghacuran bahan baku/ pupuk bokashi dilakukan pada satu tempat atau ruang. Dalam ruang, ditempatkan mesin crasser  dan screen. Mesin crasser bekerja untuk menghancurkan atau menghaluskan pupuk bokashi yang telah difermentasikan sedangkan mesin screen berfungsi untuk mengayak atau menyaring pupuk bokashi agar bersih dari bahan- bahan atau sampah yang tidak diperlukan seperti kertas plastic dan material yang tidak dapat dihancurkan oleh mesin crasser. Kedua jenis mesin akan bekerja untuk memproduksi pupuk bokashi hingga dapat di kampilkan. Dalam kurun waktu satu hari (8 jam kerja) mesin ini mampu menghasilkan pupuk bokashi sebesar 7- 8 ton. Namun kapasitas seperti ini dipengaruhi oleh tenaga kerja yang ada.
Dalam gedung mesin ditempatkan pula alat timbangan yang berfungsi untuk mengukur berat pupuk bokashi yang akan dimasukan pada karung/ kampil yang berukuran 30 kg dan 15 kg. Setelah kampil atau karung terisi dengan pupuk bokahi sesuai dengan ukuran yang di inginkan maka selanjutnya kampil atau karung tersebut dijahit dengan menggunakan mesin jahit yang telah tersedia pada ruang tersebut. Selesai packing, pupuk bokashi diangkut dengan menggunakan mobil pick up L-300 ke gudang penyimpanan dan pupuk bokashi siap untuk didistribusikan ke konsumen sesuai dengan permintaan.
3.      Gudang Penyimpanan Pupuk Bokashi Kotaku
Gudang berfungsi untuk menampung seluruh pupuk bokashi yang telah di produksi. Gudang ini mampu menampung pupuk bokashi sebanyak 90 ton. Setiap hari pupuk bokashi diangkut dari gudang dengan menggunakan pick up L-300 dan truk untuk didistribusikan ke konsumen. Banyaknya pupuk bokashi yang diangkut dari gudang penyimpanan sangat bergantung pada permintaan konsumen. Dalam upaya untuk memasarkan pupuk bokashi kotaku semuanya dilaksanakan oleh divisi pemasaran yang bertugas untuk memasarkan pupuk. Jadi, dalam upaya memproduksi pupuk bokashi divisi pemasaranlah yang menentukan berapa seharusnya pupuk bokashi tersebut diproduksi.



Pupuk Bokashi



Bokashi adalah istilah Jepang yang sudah internasional yang berarti bahan organic terfermentasi dengan Teknologi EM. Bokashi merupakan salah satu produk fermentasi bahan organic yang menggunakan teknologi EM dalam proses pembuatannya. Keunggulan dari penggunaan teknologi ini adalah bahwa waktu yang diperlukan dalam proses pembuatannya relative singkat dan cepat. Pupuk bokashi dalam proses pembuatannya memanfaatkan berbagai bahan organic yang dapat terfermentasi yang dapat berupa jerami, kotoran ternak, sekam, daun- daunan, limbah rumah tangga atau makanan, limbah pengolahan atau pabrik bahan makanan, limbah kota, limbah pasar serta limbah pertanian lainnya yang tersedia atau mudah didapat dengan biaya murah oleh petani. Pada intinya, bahan- bahan baku yang digunakan pada proses pembuatan pupuk bokashi adalah bahan yang berasal dari limbah pertanian atau rumah tangga seperti yang dijelaskan diatas yang dapat atau mudah diuraikan oleh bakteri.
Pada kandungannya, semakin beragam bahan organic yang digunakan pada pupuk bokashi maka semakin beragam pula senyawa organic yang terkandung didalam pupuk tersebut. Dengan demikian diharapkan lebih banyak mikroorganisme menguntungkan yang hidup dan berkembang didalam bahan bokashi, sehingga mutu bokashi yang terbuat dari bahan yang beragam lebih baik daripada bokashi yang terbuat dari bahan organic tunggal. Pupuk bokashi mengandung hasil fermentasi bahan organic berupa gula, alcohol, asam amino, protein dan senyawa organic lainnya yang bermanfaat untuk perkembangan atau perbanyakan mikroorganisme fermentasi sintetik di dalam tanah. Dan yang paling penting adalah bokashi tersebut mengandung mikroorganisme yang menguntungkan (EM) yang telah hidup atau berkembang di dalam bahan organic. Jika bokashi tersebut disebarkan ke dalam tanah atau tanaman, EM akan mudah dan akan cepat berkembang.

   Proses Produksi Bokashi

Dalam proses pembuatan pupuk bokashi, pabrik pupuk bokashi kotaku memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk bokashi. Bahan baku pembuatan pupuk bokashi kotaku umumnya didatangkan secara langsung dari lokasi peternakan yang berada di sekitar propinsi Bali. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pupuk bokashi kotaku antara lain kotoran sapi, babi, dan ayam serta serbuk kayu/ gergaji. Penggunaan bahan baku diatas sebenarnya kurang efektif karena tidak menggunakan dedak dalam proses pembuatan pupuk bokashi, namun mengingat harga dedak saat ini terlampau tinggi maka dedak dapat diganti dengan bahan lain yaitu serbuk kayu dan kotoran ayam.